Tips Penggunaan Gadget Bijak pada Anak

Sejak perang dunia kedua selesai, banyak negara mulai memperbaiki kondisi internal masing-masing sebagai upaya pemulihan diri. Disamping pemulihan diri pasca perang banyak negara juga mulai mengembangkan berbagai teknologi modern dan saling berkompetisi.

Dalam perang dunia kedua cikal bakal komputer digital modern telah muncul. Alan Mathinson Turing digadang-gadang sebagi pioner awal komputer digital. Teknologi digital beranjak dari komputer penerjemah sandi milik Alan ke teknologi digital makin canggih meski berukuran setelapak tangan.

Kecanggihan teknologi kini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dengan sangat mudah dan tidak lagi mahal.

Tekologi terpopuler saat ini tentu saja smartphone yang hampir dimiliki semua orang. Hampir semua penduduk dunia memilihi gadget smartphone dengan layar datar seukuran tangan orang dewasa.

Gadget dapat menjadi pendamping manusia dengan sangat baik. Mengatur jadwal harian, pengingat, media berkomunikasi dengan orang jauh, sampai sarana berkreatifitas telah dirangkum gadget dalam sederet aplikasi dan program di dalamnya.

Namun, interaksi berlebihan dengan gadget juga kurang baik. seringkali orang yang terlalu fokus kepada gadget dan dunia maya didalamnya tidak acuh terhadap lingkungan sosial yang sebenarnya.

Paparan terparah lebih sering menimpa anak-anak. pemberian akses gadget pada anak-anak tanpa pengawasan dan pembatasan memberikan efek negatif bagi buah hati.

Dalam jurnal Pengaruh Media Gadget pada Perkebangan Karakter Anak, dijelaskan bahwa ada beberapa dampak negatif yang timbul akbiat pemberian akses gadget berlebih pada anak.

Efek negatif tersebut diantaranya adalah waktu yang terbuang sia-sia untuk bermain gadget padahal waktu tersebut bisa diisi dengan aktifitas pendukung kematangan anak pada aspek pengembangan dirinya.

Penggunaan berlebih juga dapat menggangu kesehatan dan perkembangan otak anak sehingga kemampuan berbicara anak pecandu gadget menjadi lebih lambat dibanding anak aktif seusianya. Fitur-fitur yang tidak Kids Friendly juga dengan mudah diunduh ke gadget, aplikasi ini miskin akan nilai norma, nilai edukasi, ataupun agama.

Menahan laju teknologi memang tidak mudah bahkan tidak mungkin. Namun, banyak hal yang bisa dilakukan orangtua untuk menyelamatkan anak dari pengaruh negatif gadget. Vera Itabiliana, seorang Psikolog keluarga berpendapat bahwa hal tersebut bisa dilakukan melalui pembatasan penggunaan gadget pada anak berdasarkan usia.

Dalam pembahasannya Vera menjelaskan jenis-jenis pembatasan untuk tiap usia pertumbuhannya. Pada usia 0-18 bulan orangtua hanya boleh memberi akses pada anak dalam bentuk video chatting/video call dengan orang atau kerabat terdekat.

Usia 18-24 bulan mulai bisa diperkenalkan denga tontonan edukatif tapi dengan pendampingan langsung orangtua dalam batas waktu maksimal 30 menit sehari. Beranjak ke usia dua sampai lima tahun waktu tontonan edukatif anak bisa naik menjadi maksimal 1 jam.

Kemudian untuk range waktu lima tahun keatas anak baru diperkanankan menggunakan gadgetnya untuk menonton atau main game dalam range waktu maksimal 2 jam setiap harinya. Untuk remaja akses penuh diberikan namun tetap dalam pengawasan dan kesepakatan orangtua serta tidak mengganggu waktu tidur, olahraga, dan bergaul dengan lingkungan sosial nyata.